Produksi : Sidney Kimmel Intertainment and Participant production.Produser : William Horberg dan Walter Parkes
Sutradara : Marc Porster
THE KITE RUNNER !
Butuh dua kali menonton film ini baru saya benar-benar memahami ceritanya. Maklum, karena saya menonton film ini dengan subtitle. english. Yap. Saya ingat, saya pertama kali menontonnya bersama sahabat saya, Asma Karimah dirumahnya, di Depok, Jakarta. Film ini mengisi daftar film kesukaan saya.
The Kite Runner adalah sebuah novel best seller, karya Khaled Hoseini, yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah Film. Setelah Sukses mensutradarai film Finding Neverland yang juga berkisah tentang anak-anak, Marc Porster kembali menghadirkan ”The Kite Runner”. Film ini bertemakan tentang persahabatan, ketulusan dan pengorbanan yang dimiliki oleh seorang anak Afganistan. Setting cerita ini adalah kota Kabul, Afganistan yang rusuh karena invasi soviet di tahun 1970an, ketika itu Afganistan dikuasai rezim Taliban.
Kisah tentang anak-anak selalu membuat saya tertarik dan terinspirasi. Keluguannya, kejujuran dan keberaniannya mereka memang selalu mampu menginspirasi setiap kita yeng menyimaknya. Demikian halnya kisah pada film ini, yang meskipun sederhana namun mempunyai makna yang mendalam. Kaya akan nilai-nilai yang dapat kita ambil hikmahnya.
Pengorbanan dan keberanian ini dimiliki oleh seorang bocah bernama Hassan (Ahmed Khan Mahmodzada) yang bersahabat dengan Amir (Zekiria Ebrahimi). Ayah Amir bernama baba Sihab Omar (Homayaoun Ershidi), Amir tidak pernah mengenal ibunya karena perempuan tersebut meninggal ketika melahirkannya. Hasan adalah anak yang jujur, penuh semangat, pemberani dan setia. Hasan adalah putra dari pelayan setia keluarga Omar bernama Ali (Nabi Tanha). Jadi, Amir merupakan putra majikan Hassan. Hassan sangat menyayangi Amir. Hassan selalu melindungi dan membela Amir dari Assef (Elham Ehsas) dan anak-anak lain yang selalu mengganggu Amir. Hassan mahir menembak dengan ketapel buatannya., dengan senjata itulah Hassan selalu melindungi sahabatnya, Amir. Keduanya melewati masa kanak-kanak dengan penuh kegembiraan hingga suatu saat yang akan membuat mereka terpisah untuk selamanya.
Kesukaan mereka adalah bermain layang-layang. Saat Ulang Tahun Hassan, ayah Amir memberikan layang-layang kepada Hassan sebagai hadiah. Seperti kepada Amir, baba Sihab Omar juga sangat menyayangi Hassan. Sore yang gemilang dikota Kabul dengan suasana yang menyenangkan, saat itu mereka habiskan dengan mengikuti turnamen layang-layang dan mereka memperoleh kemenangan. Selain bermain layang-layang mereka gemar membaca cerita, terutama Amir yang pandai menulis. Amir sering membacakan cerita pada Hasan yang tak mampu baca-tulis.
Terjadinya perang akibat invasi Soviet yang memporak-porandakan Afganistan memaksa dua bocah tersebut berpisah. Amir dan Ayahnya mengungsi ke Amerika tanpa membawa Hassan serta. Di Amerika Amir tumbuh dewasa (Khalid Abdalla) dan menjadi seorang penulis berbakat. Ia menikahi seorang gadis cantik, Soraya (Atossa Leoni) yang berasal dari Afganistan yang juga telah lama bermukim di Amerika. Tak berapa lama setelah mereka menikah, Amir harus kehilangan Ayahnya yang meninggal karena sakit.
Setelah ayahnya meninggal, Amir mendapatkan panggilan dari pamannya Rahim Khan (Shaun Thaub) yang merupakan sahabat ayahnya di Pakistan. Kerinduan akan kenangan masa kecil mengantarkan Amir kembali untuk menelusuri jejak kanak-kanaknya di Afgnanistan ,meski pun negara tersebut belum aman. Dari Pamannya Amir mendapatkan sebuah kenyataan yang selama ini tidak pernah terbayangkan olehnya. Pamannya juga menyerahkan sebuah surat yang pernah ditulis Hassan dengan susah payah, mengingat Hassan seorang buta huruf.
Apa yang di temukan Amir dari fragmen masa kecilnya, dan bagaimana ia memasuki kota asalnya yang di kuasai Taliban ? Sebaiknya memang menonton sendiri saja :)
Sutradara : Marc Porster
THE KITE RUNNER !
Butuh dua kali menonton film ini baru saya benar-benar memahami ceritanya. Maklum, karena saya menonton film ini dengan subtitle. english. Yap. Saya ingat, saya pertama kali menontonnya bersama sahabat saya, Asma Karimah dirumahnya, di Depok, Jakarta. Film ini mengisi daftar film kesukaan saya.
The Kite Runner adalah sebuah novel best seller, karya Khaled Hoseini, yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah Film. Setelah Sukses mensutradarai film Finding Neverland yang juga berkisah tentang anak-anak, Marc Porster kembali menghadirkan ”The Kite Runner”. Film ini bertemakan tentang persahabatan, ketulusan dan pengorbanan yang dimiliki oleh seorang anak Afganistan. Setting cerita ini adalah kota Kabul, Afganistan yang rusuh karena invasi soviet di tahun 1970an, ketika itu Afganistan dikuasai rezim Taliban.
Kisah tentang anak-anak selalu membuat saya tertarik dan terinspirasi. Keluguannya, kejujuran dan keberaniannya mereka memang selalu mampu menginspirasi setiap kita yeng menyimaknya. Demikian halnya kisah pada film ini, yang meskipun sederhana namun mempunyai makna yang mendalam. Kaya akan nilai-nilai yang dapat kita ambil hikmahnya.
Pengorbanan dan keberanian ini dimiliki oleh seorang bocah bernama Hassan (Ahmed Khan Mahmodzada) yang bersahabat dengan Amir (Zekiria Ebrahimi). Ayah Amir bernama baba Sihab Omar (Homayaoun Ershidi), Amir tidak pernah mengenal ibunya karena perempuan tersebut meninggal ketika melahirkannya. Hasan adalah anak yang jujur, penuh semangat, pemberani dan setia. Hasan adalah putra dari pelayan setia keluarga Omar bernama Ali (Nabi Tanha). Jadi, Amir merupakan putra majikan Hassan. Hassan sangat menyayangi Amir. Hassan selalu melindungi dan membela Amir dari Assef (Elham Ehsas) dan anak-anak lain yang selalu mengganggu Amir. Hassan mahir menembak dengan ketapel buatannya., dengan senjata itulah Hassan selalu melindungi sahabatnya, Amir. Keduanya melewati masa kanak-kanak dengan penuh kegembiraan hingga suatu saat yang akan membuat mereka terpisah untuk selamanya.
Kesukaan mereka adalah bermain layang-layang. Saat Ulang Tahun Hassan, ayah Amir memberikan layang-layang kepada Hassan sebagai hadiah. Seperti kepada Amir, baba Sihab Omar juga sangat menyayangi Hassan. Sore yang gemilang dikota Kabul dengan suasana yang menyenangkan, saat itu mereka habiskan dengan mengikuti turnamen layang-layang dan mereka memperoleh kemenangan. Selain bermain layang-layang mereka gemar membaca cerita, terutama Amir yang pandai menulis. Amir sering membacakan cerita pada Hasan yang tak mampu baca-tulis.
Terjadinya perang akibat invasi Soviet yang memporak-porandakan Afganistan memaksa dua bocah tersebut berpisah. Amir dan Ayahnya mengungsi ke Amerika tanpa membawa Hassan serta. Di Amerika Amir tumbuh dewasa (Khalid Abdalla) dan menjadi seorang penulis berbakat. Ia menikahi seorang gadis cantik, Soraya (Atossa Leoni) yang berasal dari Afganistan yang juga telah lama bermukim di Amerika. Tak berapa lama setelah mereka menikah, Amir harus kehilangan Ayahnya yang meninggal karena sakit.
Setelah ayahnya meninggal, Amir mendapatkan panggilan dari pamannya Rahim Khan (Shaun Thaub) yang merupakan sahabat ayahnya di Pakistan. Kerinduan akan kenangan masa kecil mengantarkan Amir kembali untuk menelusuri jejak kanak-kanaknya di Afgnanistan ,meski pun negara tersebut belum aman. Dari Pamannya Amir mendapatkan sebuah kenyataan yang selama ini tidak pernah terbayangkan olehnya. Pamannya juga menyerahkan sebuah surat yang pernah ditulis Hassan dengan susah payah, mengingat Hassan seorang buta huruf.
Apa yang di temukan Amir dari fragmen masa kecilnya, dan bagaimana ia memasuki kota asalnya yang di kuasai Taliban ? Sebaiknya memang menonton sendiri saja :)
Baru kali ini saya denger judul film tersebut.. :) dari baca resensi diatas jadi kepingin nonton. Syukron atas infonya...
BalasHapusKalau Ukhti suka film kisah tentang anak-anak, ada satu film yang menurut saya juga menarik, yaitu Children of Heaven
Film ini termasuk lawas, bercerita tentang perjuangan seorang anak dari keluarga sederhana, namun memiliki semangat belajar & cita-cita yang sangat tinggi. penuh liku-liku & perjuangan yang kadang membuat penonton menitikkan air mata tanpa sadar.. :) setting film ini kalo tidak salah di Iraq.
Iya, itu sudah sering diputar di TV.. bagus emg.. Turtles can Fly jg bagus.
BalasHapusAda lagi tentang anak2 yang bagus ; unfortunate event. Jim Carey yang maen jd antagonis. Bagus, lucu dan Dijamin terhibur :]. saya sudah bolak-balik menontonnya.