Minggu, 25 Juli 2010

Klorofil ; bukan matematis


Si ibu pulang dari belanja : '' y ampun, masa apa2 mahal nduk.. trus piye mereka yang bpknya hanya menarik becak (tetanggaku.red) ? '' omel ibu saya. Pagi tadi ibu belanja tempe satu papan Rp.2000,- sayur bayam dua ikat Rp.2000, cabe Rp. 3000,- ( harga cabe melangit; hidup petani cabe!! *lhoo?!) , wortel Rp.1000 dan ikan asin Rp.2000,-. Menu sarapan pagi yang sangat sederhana untuk satu keluarga ini senilai Rp.10.000,-. Murah tidak? bagi kami itu memang relatif murah. Tapi belum tentu bagi mereka..

Tetangga kami seorang penarik becak, dengan 3 anak yang masih bersekolah; SMK, SMP dan SD. Jika setiap pagi beliau sarapan dengan menu yang saya sebut tadi, paling tidak dalam sehari beliau harus menyiapkan Rp.30.000,-(3 kali makan) hanya untuk makan. Ibu saya cukup tau penghasilan bpk tsb tiap harinya berkisar Rp.30-60.000,-. Sisanya untuk ; uang spp anaknya, uang belanja, uang jajan, uang listrik, uang sumbangan (kl ad kondangan), uang kesehatan (kl sakit), dan kebutuhan2 lainnya. Pertanyaannya adalah: cukupkah??

Jawabnya ; jika dihitung matematis, penghasilan bpk tsb tidak cukup untuk menghidupi keluarganya. Tp kenyataannya; mereka bisa melanjutkan hidupnya,membesarkan dan menyekolahkan anak2nya serta memenuhi kebutuhan2 lain mereka. Mereka pasti ahli ekonomi dan perencanaan yang hebat ya.. '' ah, betapa pusingnya mereka..ibu yang memikirkan saja sudah pusing '' kata ibu saya.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar