
Karena keluarga. Kekerabatan karena hubungan darah ini, mengharuskan kami setiap tahunnya berkumpul untuk merayakan hari kemenangan bersama. Bersilaturahim, saling bermaaf-maafan dan melepas rindu setelah selama waktu tertentu tidak bertemu. Suasana yang berbeda yang tidak setiap hari kita rasakan. Bagaimana anda memaknainya ?
Setiap tahun kami berusaha untuk meluangkan waktu untuk mudik kerumah simbah (dari Ayah) di kendal. Karena Alhamdulillah, saya masih punya simbah putri (tinggal satu2nya) dan yang membuat kami sayang sekali padanya, yang paling saya rindukan. Dan tentu saja, sederet keluarga saya yang lain juga saya rindukan.
Bagi om saya dan keluarganya yang bekerja di rantau (Batam), lebaran adalah semangatnya. Semangat untuk bekerja lebih keras, untuk mendapatkan rejeki lebih banyak untuk dibawa mudik ketika lebaran. Semangat untuk menjumpai orang tuanya yang tinggal satu-satunya. Semangat untuk bertemu sanak saudaranya. Saya melihat kesungguhan yang besar pada om saya dan keluarganya , saya melihat niat dan makna yang begitu besar dari mereka, saya melihat cinta mereka yang besar pada keluarganya. Ketika kami bertemu, kami selalu menangis haru. Om dan bulek saya ini selalu memeluk dan mencium saya jika kami bertemu.. membuat saya sekuat tenaga menahan tangis (saya memang tidak seekspresif mereka), maka hanya air mata yang melambangkan rasa cinta dan sayang saya pada sanak saudara saya ini :). Saya berjanji dalam hati untuk segera ganti mengunjunginya di Batam, sesegera mungkin, begitu ada kesempatan.
Bersyukur dan berbahagialah anda yang masih mempunyai keluarga dan sanak saudara yang banyak, berusahalah menjaga silaturahim ini, berbaik-baiklah pada mereka dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka.
(Mohon maaf..) Kalau saya amati dari foto tersebut yang tersenyum paling lebar siapa yaa...??:-)
BalasHapusitu berarti orangnya murah senyum lho..
Subhanalloh..
Ukhti termasuk orang yang beruntung memiliki keluaga yang banyak dan masih lengkap.
Mengutip sebagian dari kalimat diatas; "Bersyukur dan berbahagialah anda yang masih mempunyai keluarga dan sanak saudara yang banyak". Saya anak pertama dari 2 bersaudara, Ayahku meninggal dunia saat saya berusia 1,5 tahun dan adikku masih berada dalam kandungan.
Alhamdulillah.. dengan kegigihan Ibuku, beliau seorang diri membesarkan kami berdua hingga sampai saat ini..
haha,, iya kebetulan itu mamang saya.
BalasHapusIbu anda adalah wanita yang hebat ya,,. Kalo tidak salah, seorang Ibu menjadi tanggung jawab anak lelakinya kan? berarti anda harus lebih mencintainya ya :)